Skip to content

SEDEKAH DARI PENGEMIS UNTUK SI KORUPTOR

November 24, 2012

Pada suatu hari pak jayus baru sarapan di rumahnya dengan menu yang sudah siap di meja makan, dia sepertinya tidak cocok dengan masakan buatan pembantunya tersebut.  Rasa kesalnya itu di ekspresikan dengan membuang makanan itu ke arah pembantunya, pak jayus menganggap masakan pemabantunya itu adalah makanan orang miskin. Dan perlu diketahui pembantunya masak sayur bayam dengan tempe saja. Pak Jayus lalu langsung meninggalkan rumahnya, bergegas berangkat ke kantor mengendarai mobil mewahnya.

Sementara itu, pak Joko beserta keluarganya sedang mengais sampah-sampah dari rumah ke rumah untuk mencari sisa makanan yang ada di sampah-sampah penghuni rumah kawasan mewah. Pak Joko pun putus asa lalu berniat untuk mengemis di lampu merah.

Pak Jayus dan sopirnya berencana membeli sarapan di suatu restoran mewah dekat kantornya, Pak Jayus bekerja di kantor pajak.  Bayarannya sebenarnya tidak terlalu besar nominalnya, tetapi dia mempunyai rumah mewah, mobil mewah dan banyak sertifikat tanah. Semua di dapatkan dengan cara berkorupsi selama dia bekerja di kantor pajak.

Pak Joko memutuskan mengemis di lampu merah kawasan perkantoran pajak. Setiap lampu lalu lintas sedang merah ia lalu mendatangi mobil-mobil yang erhenti di lampu merah untuk dimintai sedekah, kadang ada yang member dan kadang tidak.

Datanglah pak Jayus di lampu merah tersebut, karena ia memang akan bekerja di kantor pajak dekat lampu merah itu. Pak joko mendatangi mobil mewah sang koruptor itu, lalu dengan menegadahkan  tangannya pak joko meminta sedekah di mobil pak Jayus.

Bukan uang yang diterima oleh pak Joko namun malah caci maki dari pak Jayus yang diterima oleh pak Joko. Pak Jayus malah memamerkan pekerjaannya sebagai pegawai pajak dengan nada tinggi sambil matanya melotot ke arah pak Joko . Pak Jayus malah marah-marah dengan pak Joko, ia menganggap pak Joko orang yang malas tidak mau bekerja padahal pak Joko memang belum pernah sama sekali mengenyam pendidikan. Karena kesal  dengan cacian pak Jayus, pak joko malah  melempar uang hasil mengemisnya itu ke dalam mobil ke pak Jayus sambil berkata “ini sedekah dari saya pak,  anda ternyata lebih miskin dari saya” . Yang dimaksutkan miskin oleh pak Joko adalah miskin moral. Saat itu juga pak Jayus terkaget-kaget dengan perbuatan pengemis itu, lalu pak Jayus malah menagis tersedu-sedu karena teringat dengan dosa-dosanya selama ini. Ia lalu segera bertobat dan menyerahkan segala hartanya ke yayasan yatim piatu. Pak Jayus lalu menjadi lebih religious dari pada saat ia masih kaya.

#bridgingcourse11

From → Uncategorized

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: