Skip to content

KOMUNIKASI SEBAGAI SARANA UNTUK BERADAPTASI DI LINGKUNGAN BARU

September 28, 2012

 

 

Dalam kehidupan manusia, pasti ada saat-saat dimana seseorang berada di lingkungan yang belum biasa dijalani sebelum-sebelumnya. Untuk mengatasi hal tersebut manusia mempunyai cara untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya tersebut. Cara itu dinamakan adaptasi.

Banyak cara manusia untuk beradaptasi dengan lingkungan barunya. Salah satunya dengan  mengikuti alur dan suasana di lingkungan baru itu. Ada kalanya manusia merubah kepribadian aslinya untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan itu.

Manusia menggunakan selimut untuk melindungi tubuhnya supaya suhu tubuhnya tetap hangat dan tidak dingin adalah salah satu cara untuk beradaptasi dengan suhu yang dingin. Masih banyak lagi adaptasi-adaptasi yang dilakukan manusia untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya.

Ada juga manusia yang tidak mau beradaptasi, beradaptasi dengan budaya-budaya baru yang dianggapnya tidak perlu untuk diikuti. Misalnya saja budaya untuk melaksanakan pesta ulang tahun, budaya tersebut adalah salah satu budaya yang berasal dari barat. Banyak orang Indonesia yang merasa melaksanakan pesta ulang tahun adalah sebuah kegiatan yang tidak penting dan terkesan meniru dari kebiasaan orang-orang barat. Menurut saya hal itu sah-sah saja karena semua orang berhak mengikuti dan melaksanakan kegiatan yang mereka mau serta berhak untuk menolak dan menjauhi kegiatan-kegiatan yang dianggap tidak ada gunanya.

Adaptasi tidak hanya dilakukan oleh manusia, hewan dan tumbuhan pun juga melakukan adaptasi. Hewan dan tumbuhan melakukan adaptasi supaya dapat bertahan hidup di alam. Adaptasi bentuk tubuh adalah salah satunya. Adaptasi bentuk tubuh dinamakan adaptasi morfologi, bentuk tubuh hewan dan tumbuhan tersebut menyesuaikan tempat habitat yang mereka tinggali. Contohnya saja beruang kutub. Beruang kutub mempunyai bulu yang sangat tebal, bulu itu berfungsi untuk selalu menjaga suhu beruang agar selalu hangat. Berbeda dibandingkan beruang madu yang mempunyai bulu yang tipis.

Tuhan telah memberikan keahlian-keahlian serta bentuk fisik kepada makhluk ciptaannya untuk beradaptasi dengan lingkungannya. Kita sebagai makhluk ciptaan Allah yang paling sempurna hanya tinggal mengasah serta mengembangkan cara-cara untuk beradaptasi dengan suasana dan lingkungan yang ada. Tentunya kita juga harus selektif dalam melakukan hal tersebut. Bila lingkungan kita terkesan sebagai lingkungan yang buruk, maka kita tidak seharusnya terjerumus dan mengikuti kebiasaan-kebiasaan buruk yang ada di lingkungan tersebut melainkan kita harus mempunyai prinsip supaya tidak terbawa arus yang ada.

Saya sebagai mahasiswa baru di Ilmu Komunikasi UGM tentunya sedang dalam proses adaptasi di lingkungan Ilmu Komunikasi. Tidak hanya dengan tempatnya saja, tetapi dengan kakak-kakak angkatan, dosen serta teman-teman baru saya. Saya merasakan ada banyak karakter berbeda teman-teman saya. Suka atau tidak suka saya juga harus menyesuaikan diri dengan mereka.

Kadangkala ada teman yang menurut saya sangat berbanding terbalik dengan karakter saya, dan saya tidak menyukai hal tersebut. Hal itu sudah sangat wajar terjadi karena proses adaptasi hanya memerlukan waktu dan usaha untuk menerima semuanya yang telah ada di lingkungan baru tersebut.

Hal yang paling kontras di masa kuliah dibandingkan dengan masa SMA adalah tata cara bahasa yang diterapkan untuk berkomunikasi dengan teman-teman. Teman-teman saya berasal dari berbagai daerah, tidak semuanya paham dengan bahasa jawa. Terkadang hal ini membuat proses pengakraban dengan teman-teman menjadi lebih lama.

Tidak seperti di masa SMA, karena berasal dari kota dan daerah yang sama maka pengakraban di masa SMA menjadi lebih mudah dan terkesan tidak canggung. Mungkin orang lain mengira hal ini biasa, tapi menurut saya malah hal inilah yang menjadikan ada sebuah dinding besar yang menghalangi sesorang untuk mengakrabkan diri dengan teman. Ada juga teman yang membentuk kelompok, kelompok tersebut berdasarkan kesamaan bahasa, darerah maupun kesamaan hobi. Hal itu seharusnya tidak terjadi karena dengan adanya perbedaan maka hidup seseorang menjadi terlihat berwarna. Kita sebagai manusia harus bersatu dan berupaya untuk selalu memaklumi segala perbedaan yang ada.

Komunikasi terkadang menjadi salah satu cara manusia untuk beradaptasi. Dengan cara pendekatan-pendekatan yang tepat maka adaptasi dengan lingkungan baru bisa cepat diatasi. Memperoleh informasi dengan cara berkomunikasi adalah salah satunya. Dengan berkomunikasi maka kita akan tahu karakter-karakter seseorang yang belum kita kenali, suasana yang belum kita kenali juga dan tentunya dapat menyesuaikan diri dengan suasana serta kondisi yang menurut kita asing. Sesuai kodratnya, manusia adalah makhluk sosial maka dari itu berkomunikasi menjadi hal yang sangat penting dalam setiap kegiatan yang dilakukan. Salah satunya bertujuan untuk beradaptasi dengan suasana maupun lingkungan baru.

Daftar Pustaka : http://id.wikipedia.org/wiki/Adaptasi

#bridgingcourse06

From → Uncategorized

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: